- Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
- Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.
- Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
- Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.
- Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
- Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stres, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis.
- Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
- Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
- Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.
Minggu, 14 Agustus 2011
Manfaat puasa bagi kesehatan
Rabu, 08 Juni 2011
Manaqib Al Habib Yusuf bin Ali Al Anggawi, Madura
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA
PENYAYANG.
PENYAYANG.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada para walinya, dan yang telah memberikan ilham kepada mereka kalimat kebenaran, dan sholawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad, penghulu semua utusan dan juga kepada keluarga beliau yang suci dan kepada para sahabat beliau sebagaipetunjuk bagi orang – orang yang bertaqwa dan juga kepada pengikut –pengikut meraka sampai hari kiamat. Amma Ba’du :
Sungguh rahmat Allah akan turun ketika memperingati acara HAUL para walinya dan para sholihin dan sungguh ketenangan akan selalu tercurah pada para yang hadir dan yang merayakannya. Maka kami ingin sekali menceritakan pada mereka tentang seorang “ SAYYID “ yang sedang dirayakan ini, agar supaya menjadi peringatan bagi orang – orang yang akan datang, demi mengamalkan sebuah hadits, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : “ sebutkanlah oleh kalian kebaikan – kebaikan orang yang mati diantara kalian dan pendamlah kejelekan – kejelekan mereka “ maka dengan hadits ini maka mensunnahkan ulama mengadakan peringatan wafatnya para wali dan para sholihin yang mereka namakan HAUL tiap hari dan menceritakan / membacakan didalamnya manaqip tiap – tiap wali yang terkenal dengan ilmunya, kebaikannya, wara’nya dan taqwanya dari keadaan – keadaan mereka yang agung serta bukti – bukti yang besar ( kekeramatan )
dari para wali Allah yang sholeh agar supaya mereka dijadikan contoh oleh manusia dari puncak timur dan barat atau agar menjadi suri tauladan yang baik bagi makhluk – makhluk yang akan datang. Maka juga adanya SAYYID YUSUF ini juga dijadikan contoh bagi mereka. Adalah Sayyid Yusuf ini termasuk salah seorang wali Allah yang mempunyai sifat – sifat dengan sifat – sifat yang agung dan sifat-sifat yang baik dan beliau adalah seorang imam Al – Arif Billah Al-Alim Al- Allamah yang mempunyai habar-habar yang dapat dipahami, lisan kebenaran yang kembali pada penelitian dalam hakikat, dan laut penelitian yang belum pernah meninggalkan sesuatu yang muskil, yang mempunyai lidah terjemah, seorang wali kutub Assulton Al-Waliyul khair Al-qihaust yang terkenal dengan banyak kekeramatan dan bukti, yaitu Jamaluddin Abul Mahasin Yusuf bin Ali bin Abdullah bin Jarullah Abdul Aziz bin Muhammad bin Athifah bin Abi Dzabih Muhammad bin Abi Nami bin Hasan bin Ali bin Qafadah bin Idris bin Mutha’in bin Abdul Karim bin Isa bin Husin bin Sulaiman bin Ali bin Abdullah bin Imam Muhammad Ats-Tsa-ir bin Musa bin Abdullah Al-kiram bin Musa Al-jaun bin Imam Abdullah Al-kamil bin Imam Husin Al-Mutsanni bin Imam Hasan As-sibith bin Imam Ali bin Abi Thalib. Adanya beliau dilahirkan di Mekkah Almukarromah pada malam sabtu tanggal 12 Jumadil Ula tahun 1198 Hijriyah dan beliau dibesarkan dan menuntut ilmu dimekkah dan belajar Al-qur’an pada Syeh Ahmad bin Muhammad Al-halwani di Damaskus, seorang Syeh / guru Qurra’ di Masjidil Haram, dan beliau belajar Fiqih pada seorang Faqih ( ahli fiqih ) : Adullah bin Abdurrahman Assiraj Alhanafi dan belajar hadits pada seorang ahli hadits : Ali bin Abdullah Al-qal’iy dan juga pada Sayyid Ali bin Abdul Bar Al-Wana-i Al-hasani dan juga pada Syeh Ahmad bin Ubaid Al-atthar dari Damaskus, kemudian beliau pergi ke Yaman dan banyak belajar disana dari ulama-ulama besar kemudian beliau belajar dari Sayyid Ahmad bin Muhammad seorang Maqbul yang berlabuh dan Sayyid Abdur Razzaq Al-Bakkari dan Sayyid Abdul Qasim bin Sulaiman Al-hajjam. Dan kemudian beliau berlayar ke India kemudian kembali lagi ke Mekkah dan belajar disana pada seorang ahli Fiqih, Al-faqih Ibrahim bin Ahmad Alkhatib, kemudian berjumpa juga di Mekkah dengan Habib Hamid bin Alwi Al Haddad kemudian oleh Habib Hamid beliau dibawa ke Palembang
kemudian bersahabat dengan Habib Abdurrahman bin Husin bin Hasan bin Alwi bin Ahmad Al-idrus yang terkenal dengan seorang yang mempunyai banyak kekuasaan, yang wafat di Palembang pada tahun 1211 Hijriyah dan Habib Alwi bin Ahmad Al Kaf. Kemudian beliau menetap di Palembang beberapa lama kemudian beliau dimulyakan oleh Sultan Ahmad Najmuddin dan beliau dikawinkan dengan salah seorang wanita yang mulya, dan beliau dikaruniai beberapa orang anak, yang diantara mereka ada yang bernama Muhammad, beliau seorang yang alim, yang mulya, yang shaleh, banyak shalat dan wiridnya, mempunyai banyak kekeramatan yang diluar kebiasaan dan tampak kasyafnya, berbicara tentang lintasan-lintasan hati dan menghabarkan tentang apa yang ada dalam hati, beliau juga berbudi luhur dan adab yang sopan, sangat dermawan, mencintai orang yang faqir dan miskin dan para sholihin dan banyak membantu mereka dan banyak memberikan sedekah baik pada kerabat dekat dan jauh dan beliau banyak mengadakan perjalanan dan beliau selalu menutup diri dengan lain. Kemudian beliau dari Palembang pergi ke Surabaya, kemudian beliau tinggal dirumah Habib Al Matsri Agil bin Idrus bin Agil, kemudian beliau pergi ke Madura dan tinggal dengan Sultan Abdurrahman bin Muhammad Jabir Raja Sumenep, kemudian beliau pergi ke Bangkalan dan beliau di mulyakan disana. Dan adanya beliau r.a seorang yang alim, tawadhu’, berwibawa disisi Raja-raja dan pemimpin-pemimpin, tembus perkataan, baik dalam berpolitik dan pengaturan, kesatria dan juga berjiwa mulia, lalu beliau wafat di Telango salah satu pulau di Madura pada malam senin tanggal 15 Rabiul Akhir tahun 1252 Hijriyah.
Beliau meninggalkan beberapa orang putra mudah-mudahan Allah meridhai beliau, dan memberikan rahmatnya sebagaimana yang telah diberikannya pada orang-orang yang baik dan menempatkan beliau di dalam surganya bersama ulama-ulama salaf yang baik. Amin.
Semoga Allah selalu mencurahkan rahmatnya pada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya. Amin-amin-amin Ya Rubbal Alamin.
Semoga Allah selalu mencurahkan rahmatnya pada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya. Amin-amin-amin Ya Rubbal Alamin.
Manaqib ini diterjemahkan
Oleh Al Faqir Ahmad Lutfi
bin Umar Bahabazy
dari karya :
( yang menulis manaqib ini )
1.) Sayyid Salim bin Ahmad bin Jindan.
2.) Habib Alwi bin Abi Bakria bin Bil Faqqi.
sumber : http://majeliswalisongo.wordpress.com/2010/07/25/terjemahan-manaqib-al-%E2%80%93-habib-yusuf-bin-ali-al-%E2%80%93-anqawi/
Langganan:
Postingan (Atom)
