Selasa, 19 April 2011

Al-Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas (Keramat Empang)

Beliau
adalah seorang wali Allah, kekasih-Nya, yang telah berhasil mencapai
kedudukan yang mulia, yang dekat dengan Allah SWT. Beliau adalah pemuka
para wali yang tak terhitung jasa-jasanya bagi Islam dan kaum muslimin.
panutan para ahli tasawuf dan suri tauladan yang baik bagi semua insan.
Al Habib Abdullah bin Muhsin. bin
Muhammad. bin Abdullah. bin Muhammad bin Mukhsin bin Al-Quthb Husen bin
Syekh Al Quthb Anfas Al Habib Umar bin Abdurrohman Al Aththas bin ‘Aqil
bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman
as-Seqqaf bin Muhammad maulad dawilah bin Ali maulad dark bin Alwy
al-Ghayyur bin Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad
shahib marbath bin Alwy khali’ qatsam bin Alwy bin Muhammad bin Alwy
Ba’Alawy bin Ubaidullah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin
Muhammad an-naqib bin Ali al-uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad
al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam Husein as-sibth bin Ali bin Abi
Thalib ibin Sayidatina Fatimah az-Zahra binti Rasulullah SAW, adalah
seorang tokoh ruhani yang dikenal luas oleh semua kalangan umum maupun
khusus. Beliau adalah “Ahli kasaf” dan ahli Ilmu Agama yang sulit
ditandingi keluasan Ilmunya, jumlah amal ibadahnya, kemuliaan maupun
budi pekertinya, pada zamannya.
Al-Habib Abdullah bin Muhsin
Al-Aththas dilahirkan didesa Haurah, salah satu desa di Al-Kasri,
Hadhramaut, Yaman, pada hari selasa 20 Jumadil Awal 1265 H. Sejak kecil
beliau mendapatkan pendidikan rohani dari ayahnya Al-Habib Muchsin
Al-Aththas.rhm, Beliau mempelajari Al-Quran dari mu’alim Syekh Umar bin
Faraj bin Sabah.rhm. setelah menghatamkan Al-quran beliau diserahkan
kepada ulama-ulama besar dimasanya untuk menimba ilmu Islam, dan
Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Attas pernah belajar kitab risalah
Jami'ah karangan Al-Habib Ahmad bin Zen Al-Habsyi.ra, Kepada Al-Habib
Abdullah Bin Alwi Al-‘Aydrus.rhm

Diantara guru–guru beliau,
salah satunya adalah As-sayid Al Habib Al Quthb Ghauts Abu Bakar bin
Abdullah Al Aththas.rhm, dari guru yang satu itu beliau sempat menimba
Ilmu–Ilmu rohani dan tasawuf, Beliau mendapatkan do’a khusus dari Al
Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Aththas, sehingga beliau berhasil
meraih derajat kewalian yang patut. Diantaranya guru rohani beliau yang
patut dibanggakan adalah yang mulya Quthb Al Habib Sholeh bin Abdullah
Al-Aththas penduduk Wadi a’mad, Hadhramaut


Habib Abdullah bin Mukhsin al-Aththas pernah membaca Al-Fatihah
dihadapan Habib Sholeh dan al-Habib Sholeh menalqinkan Al-Fatihah
kepadanya. Al A’rif Billahi Al Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi,
ketika melihat Al Habib Abdullah bin Mukhsin al-aththas yang waktu itu
masih kecil, beliau berkata sungguh anak kecil ini kelak akan menjadi
orang mulya kedudukannya.

Pada tahun 1282 Hijriah, Habib
Abdulllah Bin Muhsin menunaikan Ibadah haji yang pertama kalinya,
selama ditanah suci beliau bertemu dan berdialog dengan ulama-ulama
Islam terkemuka. hingga tahun 1283 H Beliau melakukan Ibadah hajinnya
untuk kedua kalinya dan sepulang dari ibadah haji, beliau berkeliling
kepenjuru dunia yang hingga akhirnya perjalanan itu mengantar beliau
sampai kepulau Jawa tepatnya didaerah Pekalongan. di pulau Jawa beliau
bertemu dengan sejumlah para wali yang diantaranya dari keluarga
Al-Alawy, Al-Habib Ahmad bin Muhammad bin Hamzah Al-Attas.


Dalam perjalanan hidupnya, beliau Al Habib Abdullah bin Muhsin Alatas
pernah dimasukkan kedalam penjara oleh pemerintah Belanda pada masa itu
dengan alasan yang tidak jelas (difitnah). Selama dipenjara,
kekeramatan beliau makin nampak yang mengundang banyak pengunjung untuk
bersilahturahmi dengan beliau. Sampai mengherankan pimpinan penjara dan
para penjaganya, bahkan sampai mereka pun ikut mendapatkan keberkahan
dan manfaat dari kebesaran beliau.

Dalam kejadian di penjara,
pada suatu malam pintu penjara tiba-tiba telah terbuka dan telah datang
kepada beliau kakek beliau Al Habib Umar bin Abdurrahman Alatas
(Shohibul Ratib), seraya berkata,”jika engkau ingin keluar penjara
keluarlah sekarang, tapi jika engkau bersabar, maka bersabarlah.”. Dan
ternyata beliau memilih bersabar dalam penjara. Pada malam itu juga,
beliau telah datangi Sayyidina Al Faqih Muqaddam dan Syekh Abdul Qadir
Jaelani. Pada kesempatan itu Sayyidina Al Faqih Muqaddam memberikan
sebuah kopiah Al Fiyah kepada beliau, dan Syekh Abdul Qadir Jaelani
memberikan surbannya kepada beliau.

Diantara karomah beliau
yang diperoleh, seperti yang diungkapkan : Al Habib Muhammad bin Idrus
Al Habsyi.rhm (Surabaya). Bahwa Al Habib Abdullah bin Muchsin
Al-Aththas ketika mendapatkan anugerah dari Allah, beliau tenggelam
penuh dengan kebesaran Allah SWT, hilang akan hubungannya dengan alam
dunia dan seisinya. “ketika aku mengunjungi Al Habib Abdullah bin
Muchsin Al-Aththas dalam penjara, aku lihat penampilannya amat
berwibawa, dan beliau terlihat diliputi akan pancaran cahaya ilahi.
Sewaktu beliau melihat aku, beliau mengucapkan bait-bait syair Al Habib
Abdullah Al Haddad, dengan awal baitnya :

"Wahai yang
mengunjungi aku dimalam dingin, ketika tak ada lagi orang yang akan
menebarkan berita fitnah… Selanjutnya kami saling berpelukan dan
menangis."

Karomah, kemuliaan yang Allah SWT limpahkan kepada
kekasih-Nya, Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas yang lain diantaranya
adalah sewaktu dipenjara, setiap kali beliau memandang borgol yang
dibelenggu dikakinya, maka terlepaslah borgol tersebut.


Disebutkan juga bahwa ketika pimpinan penjara menyuruh sipir untuk
mengikat leher beliau dengan rantai besi, maka dengan izin Allah rantai
itu terlepas dengan sendirinya, dan pemimpin penjara beserta
keluarganya menderita sakit panas, sampai dokter tak mampu lagi untuk
mengobati. Hingga akhirnya pimpinan penjara itu sadar bahwa sakit panas
tersebut disebabkan karena telah menyakiti Al Habib Abdullah bin
Muchsin Al-Aththas yang sedang dipenjara. Lalu pimpinan penjara itu
mengutus utusan untuk memohon doa agar penyakit panas yang menimpa
keluarganya dapat sembuh, dan berkatalah Al Habib Abdullah bin Muchsin
Al-Aththas “ambillah borgor dan rantai ini, ikatkan di kaki dan leher
maka akan sembuhlah dia” maka setelah itu dengan izin Allah penyakit
pimpinan penjara dan keluarganya pun dapat sembuh.

Setelah
beliau keluar dari penjara, beliau mencari tempat yang sunyi, yang jauh
dari banyak orang, dan ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lalu
dipilihlah daerah Bogor (Empang), yang akhirnya Al Habib Abdullah bin
Muhsin Alatas tinggal ditempat ini, beliau membeli tanah, membuat
rumah sederhana dan beliau menyendiri sampai diangkat derajatnya oleh
Allah SWT.

Semasa hidupnya sampai menjelang akhir hayatnya
beliau selalu membaca Sholawat Nabi yang setiap harinya dilakukan
secara dawam di baca sebanyak seribu kali, dengan kitab Sholawat yang
dikenal yaitu “ Dalail Khoirot” artinya kebaikan yang diperintahkan
oleh Allah SWT.

Sampai pada hari selasa tanggal 29 bulan
Dzulhijah 1351 H, diawal waktu dhuhur beliau dipanggil kehadirat Allah
SWT. Jenazah beliau dimakamkan keesokan harinya setelah sholat dhuhur.
Tak terhitung jumlah manusia yang ingin ikut mensholatkan jenazah
beliau, yang dimakamkan dibagian barat mesjid beliau di Empang-Bogor. Sebelum wafat
beliau yang dikarenakan flu ringan, kebanyakan waktunya ditenggelamkan
dalam dzikirnya dan doanya kepada Allah SWT. Sampai beliau pulang
kepangkuan Allah SWT.


Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Al-Arifbillah Al-Quthb Al Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas … amin…

sumber : http://madinatulilmi.com/?prm=posting&kat=3&var=detail&id=115

Tidak ada komentar:

Posting Komentar